Tahun ini dimulakan dengan insiden berbaur agama, sekaligus memporakperandakan keamanan negara yang kian lama kian menghilang... seterusnya kini, insiden menghina sultan di dalam blog pula... ermmm... mengapa tidak dikala hidupnya kita berani berkata nista? Mengapa sekarang? betapa ceteknya akal dan hinanya peribadi manusia bila berkata yang buruk tentang hamba Allah yang telah tiada, yang tidak mungkin dapat mempertahankan dirinya...
Kemanakah perginya nilai kemanusiaan itu pada mereka2 ini? ermmm...
Kalau zaman dahulu kala, sebut sahaja Melayu, maka yang terbit difikiran adalah, org melayu itu berbudi pekerti luhur, org melayu sanggup berkorban nyawa demi raja, bangsa dan negara... orang melayu itu, orang melayu ini, segalanya baik2 sahaja. Tetapi kemanakah perginya segala yang baik2 ini?
Kini, apabila disebut sahaja melayu... orang akan mula mengatakan melayu mudah lupa... melayu kini menggunakan perkataan bangsa untuk mencapai matlamatnya... melayu kini menggunakan agama untuk berbuat durjana... orang melayu dikatakan bangsa yang malas (nauzubillah, semoga anak2ku tidak menjadi tipikal melayu jika benar mereka boleh digelar melayu).
Sesungguhnya aku marah, aku rasa malu... Islam itu agama yang indah, agama yang menyeru umatnya utk berbuat kebaikan... namun agama islam ini kini disalaherti oleh bangsa2 lain, bukan salah mereka bertanggapan sedemikian, kerana saudara2 kita yang seagama yang memulakannya... Usahlah mula diungkitkan soal kemungkinan kita disabotaj pihak lain, untuk menunjukkan betapa Islam itu agama yang melambangkan kekejaman dan kemunduran... Ungkitlah tentang honour killings, ungkitlah tentang suicide bombing, ungkitlah tentang bermacam2 lagi bentuk keganasan... betapa mudah orang2 yang tidak mengerti menuding jari pada Islam... aduhh... kemanakah perginya keindahan itu?
Bagiku juga Islam itu agama yang mudah... namun orang2 kita juga yang menjadikannya susah... ermmm... Al Quran itu, didalamnya wujud kemodenan dan pengetahuan sains yang menjangkaui segala pengetahuan yang sedang kita kecapi dikala moden ini... yang tatacaranya meliputi serba serbi...
Betapa aku ingin benar mengerti... adakah apa yang aku rasa ini sememangnya normal? Adakah cara aku meniliti setiap perkara sama seperti teman2 lainnya? Adakah aku terlalu liberal dalam melihat satu2 perkara? Rasanya tidak...
Kekadang aku juga pernah tidak suka pada suatu perkara. Namun aku berfikir, perlukah aku berbuat sesuatu tentang itu? Mungkinkah aku pengecut? Mungkinkah? Atau mungkinkah aku terlalu berhemah? ermmm tidak juga. Kekadang terhambur juga kemarahan terutama apabila berhadapan dengan manusia2 yang tidak berbudi bahasa... ermmm...
Aku sentiasa ingin untuk melihat perkara dari 2 sudut: BAIK dan BURUK... Dalam melihat manusia, aku sebolehnya mengharap agar setiap pandangan pertama ku adalah pada kebaikan mereka. Mungkin ada yang tidak mengerti mengapa aku perlu bersikap sedemikian... Bagiku tidak semua yang manusia lakukan mempunyai maksud tersembunyi... mungkin ada segelintirnya, tetapi tidak mungkin semua.
Aku sejak dulu lagi, hanya berpegang pada sebuah keyakinan yang nyata: Allah itu maha pengasih dan maha penyayang... Allah itu maha pengampun... maka mengapa tidak kita cuba untuk menjadi walau sedikit seorang yang penyayang, pengasih, dan yang suka memaafkan... walau sedalam mana marahku, lukaku, selalunya aku akan lupa... namun janganlah diulang berkali2 ya...
Dan yang pentingnya tuhan itu satu... Allah adalah namanya, satu daripada 99 nama... aku percaya bahawa semua manusia walaupun lain agamanya, lain fahamannya, lain caranya, lain akidahnya, mereka tetap berdoa, mereka tetap meminta pada tuhan yang sama (dalam sedar atau tanpa sedar mereka)... Allah, tuhan sekalian alam, kerana hanya Allah tuhan yang sebenar2nya. Kerana bagiku, hanya Allah sahaja yang mampu menjawab segalanya, memberi segalanya...
Ya Allah ya tuhanku, berilah petunjuk kepada kami... jadikanlah kami hamba2mu yang beriman, mentaati segala perintahmu dah meninggalkan laranganmu... jadikanlah sifat pengasih dan penyayang sebati dalam diri kami, utk kami sentiasa menyayangi saudara2 kami, kurniakanlah kami jalan yang lurus, serta jadikanlah kami hamba2mu yang sentiasa melihat kebenaran... Amin...
Apa yang aku merepek ni? Tapi merepekkah aku?
Tuesday, 26 January 2010
Monday, 18 January 2010
2010... a new year
Today's date is 18 January 2010... more than 2 weeks since the celebration... nevertheless... HAPPY NEW YEAR... have a blessed one! and prosperous too...
The new year starts with me losing my beloved N95... its not about the handphone itself, but contact numbers (some i have back up and some new contacts with no back up), video recordings (of Irdina mostly) and photographs, as usual, mostly Irdina's. How did i lost it? It plunged from my pocket into the sewage tank of a Furniture Shop near Puchong... argghhhh... I could see the light blinking before it went off eternally (in peace... and piece)...
Then, a day after coming back from KL, i picked up Irdina from the babysitter's house soon after work... she's crying, non stop... still afford to joke in between with her inexperienced momma here, but cried loudly once we have reached home... I first thought, she did not want to go home... maybe she wanted to "yayan" - jalan2... but she kept on pressing her chest and i started to panic...
I called my friend but he's still in town, having dinner with his family... so, Abg Y ended up sending us to CAMC... kesian Abg Y... he has just adopted a baby boy, and is still contemplating whether to bring him in Miri, raising him a lone, and you know what, me as his reference... If i could do it, he will certainly can (thats what he thought)... I told him, there will be not much problem if its a healthy baby... and here it is... Irdina, seriously unhealthy for the first time... and her momma could only soothe her with words and massage...
At CAMC, we were gracefully handled by the front desk... and sent to the Doctors room... The Dr, was a locum doctor named Dr. Das... and whenever i think of him... i thought of shooting him with berdas-das kata yang bernas, as he is one lousy doctor... all Doctors should be ashamed having him as one of them... seeing Irdina out
The new year starts with me losing my beloved N95... its not about the handphone itself, but contact numbers (some i have back up and some new contacts with no back up), video recordings (of Irdina mostly) and photographs, as usual, mostly Irdina's. How did i lost it? It plunged from my pocket into the sewage tank of a Furniture Shop near Puchong... argghhhh... I could see the light blinking before it went off eternally (in peace... and piece)...
Then, a day after coming back from KL, i picked up Irdina from the babysitter's house soon after work... she's crying, non stop... still afford to joke in between with her inexperienced momma here, but cried loudly once we have reached home... I first thought, she did not want to go home... maybe she wanted to "yayan" - jalan2... but she kept on pressing her chest and i started to panic...
I called my friend but he's still in town, having dinner with his family... so, Abg Y ended up sending us to CAMC... kesian Abg Y... he has just adopted a baby boy, and is still contemplating whether to bring him in Miri, raising him a lone, and you know what, me as his reference... If i could do it, he will certainly can (thats what he thought)... I told him, there will be not much problem if its a healthy baby... and here it is... Irdina, seriously unhealthy for the first time... and her momma could only soothe her with words and massage...
At CAMC, we were gracefully handled by the front desk... and sent to the Doctors room... The Dr, was a locum doctor named Dr. Das... and whenever i think of him... i thought of shooting him with berdas-das kata yang bernas, as he is one lousy doctor... all Doctors should be ashamed having him as one of them... seeing Irdina out
Subscribe to:
Posts (Atom)
